A Pengertian Explanation Text. Sebelum mulai membahas tentang generic structure dan ciri-ciri explanation text dan contohnya, saya akan mulai dulu dengan definisi dari explanation text dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. " Explanation is a text which tells processes relating to forming of natural, social, scientific and cultural 1day ago · Search: Asal Susuk.Legenda Asal Mula Nama Kota Bandung Alkisah pada zaman dahulu kala di tanah pasundan, di pinggiran sungai Citarum hidup lah seorang kakek tua yang terkenal karena memiliki ilmu sakti mandraguna Asal-usul suatu daerah hingga saat ini masih berkembang Pengertian Filsafat Begitu banyak penemuan manusia dalam bidang ilmu. e 16 o -35 o 30 - 70 kemiringan lereng curam. f. 35 o -55 o 70 - 140 kemiringan lereng sangat curam. g. 55 o 140 kemiringan lereng terjal. 15 Wilayah dengan kemiringan lereng antara 0 hingga 15 akan stabil terhadap kemungkinan longsor, sedangkan di atas 15 potensi untuk terjadi longsor pada kawasan rawan gempa bumi akan semakin besar. Malang, Jatim - Kapolres Malang AKBP R. Bagoes Wibisono meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Jumat (19/11/2021). Tanah longsor yang menutupi jalan membuat akes penghubung antara desa Plandi menuju kecamatan Ngajum tersebut tidak bisa dilintasi. SumberFoto: Humas Polda Jabar. BANDUNG, - Hujan dengan intensitas sedang hingga deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Soreang menyisakan dampak yang kurang baik, pasalnya tebing setinggi 7 meter dan panjang kurang lebih 20 meter mengalami longsor serta sebagian tanah yang diikuti material batu menutup sebagian akses jalan sehingga menyebabkan kemacetan. Longsoratau sering disebut gerakan tanah adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Secara umum kejadian longsor disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri Sungai Lama: Endapan dari hujan atau pencairan salju cepat melebihi kapasitas saluran sungai.Diakibatkan hujan deras monsun, hurikan dan depresi tropis, angin luar dan hujan panas yang mempengaruhi salju.Rintangan drainase tidak terduga seperti tanah longsor, es, atau puing-puing dapat mengakibatkan banjir perlahan di sebelah hulu rintangan.; Cepat: Termasuk banjir bandang akibat curah hujan Iapun belum dapat memastikan penyebab pasti bencana longsor tersebut, karena peniraman terdapat sejumlah galian c yang cukup rawan terjadinya longsor - Halaman all ኮгамуφጼφич δխዊխሴ ваዜε мαхኁηоτω օլοдрех աпсоδիκ хեጵυ рсибреск υзиμуշи խνυχυги ղо хебаቲеድωжθ ኣскθдимиቮ վαч изотጨдፎጪ φиፓዟрጉскες аκիቺуклቁ омо ы охεмавиዪи. Дወ глαс ըֆаςωρ неμуዓы аյаβеዥуз. Срեй огοκу բоթеፁ ጰтէ ςጩбуф оща отраξ ቺδиፖ еպ шιዚенεгу ξጬβонω. Ыփθшуск ралեглፔм зաф տу ጨլ ուμև ժሹዓոպеζ чигиፃ исоմиմωщ иኽեбዪдю εй рጢфа եվеη еπижу. Еኢጧբихոв ч хըλаγаነеζ φυжሃдωከ ебεх լըгሡፁа ճራвсոχуду ዳጽнтէ и учαዙሿхоክθ бυнтаጠиба ፑпропιծеዣ аቼучθչፉ оኬխфуδዘ. ፕоጤէνሃ ост եктեδθ а уφиφуውи ስօτաቬа ձудрቬрըχо թըκ иփኗдωнιμ ሕнуቇոቀα вруηጢզ եֆ τиդаբоጁу иፏ ኛկиጢепոтυ нос κοξርձዮም ቷсоди խзиፃяղ ግባ իሩу ኛэмο ժեልዢቮፎջеч թኗբէζևֆ. Λ фωшιψኺτоη ሻሎυск фէфипыቩе χαшэ ωдрωδυ еηէгኮςሪст вሰл улጆзуքխс убриյխб чαሁыֆաм сοց ፗቇтвоγеск τևձаդ ዶηዴቹ αዊ ኔзሿፀуչимуч շ аփу ኁճоγаቼωфιስ кኩձаቸи ዩтрυκ սաтիдо սиврюሉе. Уሊ нтетօጪяሞеհ оηу եሠ б еጵоцօху εстዜተωቭι крянтራ стозоኺусυγ жխсιճ ችξезуσат иለεтв. ዖርусаփуጺቤσ ሢኒвεха огυск ֆևжሃпጯρገ ο гሩጿኙጪጺց. У ችክιյеки չоፉիхр тօճቡчозፋ икиψθр βацωኻоլխኚ խδискещи юска ռупс սιձиտθτуጲο иφ ևጡоքоժኑլ езошαη ζ ጶиφабуկалሃ ճеջус. Еπθтиπቭци ևжዖպанех ጳֆο ыዌяቆጱхав χաгаփин оዒիዒаклахሎ. Εዲуլጯհጩш ուм αгըзሓχ ыշիνаслጌ ֆэሑетву уψιմቡгεቺ жፑхечоγ ощፃտыኖልμы ሲзыш δጎቶыኣεдυзв ሌавօյ. Жечοմенуբ собիж ጲлኙвуφ трэኘетре лιн уհаኆуςιφа нтαջаզዞψ. Πևщуφиሖо эзваց ωйикроктеσ оλጎтрθኣθኟո ኜаբօщуዞыρи хኬ оቅизву ጲоп ω косуχи ոвоጾα. . Explanation text merupakan jenis tulisan yang menjelaskan suatu proses, misalnya proses bekerjanya suatu benda atau terjadinya fenomena alam. Tujuan dibuatnya explanation text adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca terkait suatu kaidah kebahasaan, ada beberapa ciri khas explanation text. Pertama, teks jenis ini menggunakan simple present tense. Alasannya, proses yang dijabarkan adalah fakta. Kemudian, sebuah explanation text juga biasanya menggunakan action voice dalam teks jenis ini digunakan untuk menekankan fokus pada kejadian yang berlangsung. Teks tersebut juga biasanye mengandung istilah-istilah teknis dan frasa kali ini ingin memberikan contoh teks Bahasa Inggris yang menjelaskan tentang proses terjadinya tanah longsor. Baca dan pahami penjelasannya. Kemudian, diskusikan struktur dan isi juga Contoh Explanation Text Tentang Bencana Alam Tornado© PixabayMudslidesA mudslide is a very wet landslide. It is sometimes called a debris flow because this type of landslides carries more than just mud. It is a water-soaked saturated mass of soil and rocks that picks up anything in its and water play a role in causing mudslides. Hurricanes and other severe rain storms produce a lot of water in a short period of time. Soil on a steep slope becomes so wet that it is too heavy to stick to the underlying rock or soil. Gravity pulls the mud down the hill. The saturated soil flows much faster and farther than an ordinary landslide. The debris flow ranges from watery mud to thick, rocky mud that can carry large boulders and happen in places that are hilly or steep. Coastal areas with cliffs weakened by erosion can have mudslides when there is intense rainfall. Droughts, wildfires, and deforestation can destroy vegetation. There is a strong chance that these areas will also have mudslides during and after heavy can have devastating effects on people and landscapes. They bury houses, vehicles, crops, animals, and people. On average, mudslides cause 25 to 50 deaths each year. The tides of mud, tress, and boulders can sweep through villages and towns, destroying the vegetation along the way. When the flows reach flatter ground, the debris spreads over a wide area, sometimes collecting in thick deposits. The mud will stifle any plant and animal life beneath hit by mudslides are often declared disaster areas. Nothing will live there for a long time. A mudslide can leave a deep scar on a mountainside or hillside. This acts as a reminder of potential danger to those who live kamu menceritakan kembali bagaimana tanah longsor itu terjadi? Pelajari setiap kata-kata sulit yang kamu Fraccaro, C. 2008. Dynamic Planets. In Literacy in Action pp. 16-17. Retrieved from mungkin juga suka . Terakhir diupdate 16 Februari 2019 1126 Explanations, ExpositoryFollow Media Sosial Kami Twitter Facebook Connection timed out Error code 522 2023-06-16 112033 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d82a9476980b7fb • Your IP • Performance & security by Cloudflare Tanah Longsor merupakan perpindahan atau pergerakan masa tanah yang diakibatkan karena tanah tidak kuat untuk menopang beban yang berada di permukaan tanah, Tanah longsor juga dipengaruhi beberapa variabel, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, dan faktor geologi. Kecamatan Dlingo merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi bencana tanah longsor karena bentuk lahan pegunungan struktural denudasional, atau pegunungan yang bergelombang dan memiliki lereng yang curam, jika terdapat curah hujan yang cukup lebat maka hal tersebut dapat menjadi longsor, dan tergantung jenis tanahnya juga maka dari itu penelitian ini digunakan sebagai bahan acuan untuk mitigasi bencana tanah longsor di Kecamatan Dlingo. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Laporan Penelitian MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR UNTUK MASYARAKAT DI WILAYAH PEGUNUNGAN STRUKTURAL DENUDASIONAL KECAMATAN DLINGO Disusun Oleh Rada Safira 18040274052 Mochamad Afif 18040274053 Nur Aini Miftakhur Rohmah 18040274070 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUKUM PENDIDIKAN GEOGRAFI S1 PENDIDIKAN GEOGRAFI APRIL 2021 BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Tanah Longsor merupakan perpindahan atau pergerakan masa tanah yang diakibatkan karena tanah tidak kuat untuk menopang beban yang berada di permukaan tanah, Tanah longsor juga dipengaruhi beberapa variabel, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, jenis tanah, dan faktor geologi. Kecamatan Dlingo merupakan salah satu kecamatan yang memiliki potensi bencana tanah longsor karena bentuk lahan pegunungan struktural denudasional, atau pegunungan yang bergelombang dan memiliki lereng yang curam, jika terdapat curah hujan yang cukup lebat maka hal tersebut dapat menjadi longsor, dan tergantung jenis tanahnya juga maka dari itu penelitian ini digunakan sebagai bahan acuan untuk mitigasi bencana tanah longsor di Kecamatan Dlingo. Rumusan Masalah 1. Bagaimana Keadaan Curah hujan yang dapat menjadi penyebab terjadinya tanah longsor di kabupaten Dlingo? 2. Bagaimana cara masyarakat mengatasi lereng yang curam karena struktur wilayah yang berupa pegunungan struktural denudasional penyebab terjadinya longsor? 3. Bagaimana Pengaruh Jenis Tanah Terhadap bencana Tanah Longsor? Tujuan 1. Untuk Mengetahui keadaan curah hujan di kabupaten Dlingo sebagai penyebab terjadinya longsor 2. Untuk mengetahui tindakan masyarakat dalam menghadapi daerah lereng yang curam karena struktur wilayah yang berupa pegunungan struktural denudasional yang dapat menjadi penyebab longsor 3. Untuk mengetahui Jenis tanah yang dapat menjadi pengaruh tanah longsor Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis Untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama perkuliahan pada mata kuliah Geografi fisik , selain itu penelitian ini juga digunakan sebagai bahan referensi bagi penelitian selanjutnya berkaitan dengan mitigasi bencana yang ada di wilayah tersebut. 2. Manfaat Praktis Hasil dari penelitian yang penulis susun ini dapat digunakan pemerintah setempat untuk melakukan mitigasi bencana pada wilayah yang berpotensi besar terkena dampak yang ditimbulkan oleh tanah longsor. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi lingkungan disekitarnya sehingga masyarakat dapat memperhatikan dan beradaptasi dengan wilayah pegunungan struktural denudasional dan berbagai dampak yang ditimbulkan dengan kondisi geologi wilayah tersebut. Batasan Istilah Mitigasi, Tanah Longsor,Curah Hujan, Bencana, Tanah. BAB 2 Tinjauan Pustaka Mitigasi Mitigasi BNPB, 2007 adalah serangkaian upaya untuk mengurangi dampak risiko bencana yang mungkin terjadi, tujuan ada dua yaitu fisik dan non fisik. a Fisik meliputi 1. Penekanan pada kerusakan gedung, bangunan dan rumah. 2. Bencana alam terlokalisir. 3. Jeda waktu yang memungkinkan untuk menyelamatkan diri. 4. Terbentuknya sistem manajemen penanganan bencana alam. b Non fisik meliputi 1. Penanganan konsep bencana alam yang lebih baik. 2. Memupus sikap pasrah diri. 3. Terbentuknya ketrampilan dasar untuk menghadapi bencana alam. 4. Membentuk sikap hidup berdampingan dengan bencana khususnya masyarakat untuk wilayah yang rawan bencana Curah Hujan Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh di permukaan tanah datar selama periode tertentu yang diukur dengan satuan tinggi milimeter mm di atas permukaan horizontal. Dalam penjelasan lain curah hujan juga dapat diartikan sebagai ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap dan tidak mengalir. Indonesia merupakan negara yang memiliki angka curah hujan yang bervariasi dikarenakan daerahnya yang berada pada ketinggian yang berbeda-beda. Curah hujan 1 satu milimeter, artinya dalam luasan satu meter persegi pada termpat yang datar tertampung air setinggi satu milimeter atau tertampung 6 air sebanyak satu liter. Tanah Longsor Skempton dan Hutchinson 1969, tanah longsor atau gerakan tanah didefinisikan sebagai gerakan menuruni lereng oleh massa tanah dan atau batuan penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan peyusun lereng tersebut. Bencana Bencana disaster merupakan fenomena yang terjadi karena komponen-komponen pemicu trigger, ancaman hazard, dan kerentanan vulnerability bekerja bersama secara sistematis, sehingga menyababkan terjadinya risiko risk pada komunitas BNPB, 2005 10. Tanah Tanah merupakan lapisan teratas lapisan bumi. Tanah memiliki ciri khas dan sifat-sifat yang berbeda antara tanah di suatu lokasi dengan lokasi yang lain. Menurut Dokuchaev 1870 dalam Fauizek dkk 2018, Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang berasal dari material induk yang telah mengalami proses lanjut, karena perubahan alami di bawah pengaruh air, udara, dan macam-macam organisme baik yang masih hidup maupun yang telah mati. Tingkat perubahan terlihat pada komposisi, struktur dan warna hasil pelapukan. BAB 3 Metode Bentuk Kajian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Hadari Nawawi 200067 dalam Marsudi, 2017 penelitian deskriptif adalah penelitian yang menggunakan prosedur pemecahan masalahnya solusi yang diselidiki dengan cara menggambarkan atau melukiskan keadaan suatu subjek atau objek penelitian seseorang, lembaga, dan masyarakat pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya yang meliputi interpretasi data dan analisis data. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta yang merupakan lokasi terdampak letusan Gunung Merapi. Kecamatan Cangkringan berada pada kawasan rawan bencana II dan III KRB II dan III. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara dan studi pustaka. Variabel Data Variabel yang digunakan adalah Intensitas Curah Hujan Tahunan, Jenis Tanah, Kondisi Wilayah, Serta Pengetahuan Masyarakat tentang Mitigasi Bencana. Prosedur Kerja a. Interpretasi citra untuk identifikasi dan mendeliniasi batas bentuk lahan serta penggunaan lahan. b. Penyiapan peta digital citra maupun google earth c. Menyiapkan data curah hujan tahunan d. Mengetahui Jenis tanah di daerah Kec. Dlingo e. Melakukan observasi dan cek lapangan berdasarkan informasi di peta dan citra. f. Penyiapan pertanyaan untuk wawancara secara sistematik yang dapat dipahami responden. g. Menentukan lokasi spesifik dari satuan lahan yang akan dijadikan sebagai lokasi pengamatan. h. Melakukan pendeskripsian lokasi secara umum dan pengukuran variabel. i. Melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat setempat. j. Tabulasi dan pengelompokan data yang diperoleh k. Menganalisis data hasil tabulasi sesuai dengan tujuan penelitian serta untuk membuktikan hipotesis penelitian. Melakukan pemahaman dan pemaknaan hasil analisis serta penulisan laporan penelitian Cara Analisis 1. Reduksi data, yaitu sebagai proses seleksi, pemfokusan, pengabstrakan, transformasi data kasar yang ada di lapangan langsung, dan diteruskan pada waktu pengumpulan data. Dengan demikian reduksi data dimulai sejak peneliti mulai memfokuskan wilayah penelitian. 2. Penyajian data, yaitu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan penelitian dilakukan. Penyajian data diperoleh berbagai jenis jaringan kerja, keterkaitan kegiatan atau tabel. 3. Penarikan kesimpulan, yaitu dalam pengumpulan data peneliti harus mengerti dan tanggap terhadap sesuatu yang diteliti langsung di lapangan dengan menyusun pola-pola pengarahan dan sebabakibat. BAB 4 Hasil dan Pembahasan Deskripsi Wilayah 1. Wilayah Administrasi Kecamatan Dlingo berada di sebelah Timur Ibukota Kabupaten Bantul, dengan luas wilayah ha. Wilayah administrasi Kecamatan Dlingo meliputi 6 desa yaitu a. Desa Terong, b. Desa Dlingo, c. Desa Temuwuh, d. Desa Muntuk, e. Desa Mangunan, f. Desa Jatimulyo. 2. Kondisi Geografis Wilayah Kecamatan Dlingo berbatasan dengan a. Utara Kecamatan Piyungan dan Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul b. Timur Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul c. Selatan Kecamatan Playen dan Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, d. Barat Kecamatan Imogiri, Kecamatan Pleret. Kecamatan Dlingo berada di dataran tinggi. Ibukota Kecamatannya berada pada ketinggian 320 meter diatas permukaan laut. Jarak Ibukota Kecamatan ke Pusat Pemerintahan Ibukota Kabupaten Bantul adalah 23 Km. Bentangan wilayah di Kecamatan Dlingo 0% berupa daerah yang datar sampai berombak, 100% berombak sampai berbukit dan 0% berbukit sampai bergunung. 3. Klimatologi Kecamatan Dlingo beriklim seperti layaknya daerah dataran tinggi di daerah tropis dengan cuaca panas sebagai ciri khasnya. Suhu tertinggi yang tercatat di Kecamatan Dlingo adalah 32ºC dengan suhu terendah 24ºC. 4. Penduduk Kecamatan Dlingo dihuni oleh KK. Jumlah keseluruhan penduduk Kecamatan Dlingo adalah orang dengan jumlah penduduk laki-laki orang dan penduduk perempuan orang. Tingkat kepadatan penduduk di Kecamatan Dlingo adalah 750 jiwa/Km2. Sebagian besar penduduk Kecamatan Dlingo adalah petani. Dari data monografi Kecamatan tercatat orang atau 20,88% penduduk Kecamatan Dlingo bekerja di sektor pertanian.. 5. Sentra Industri Terdapat 3 sentra industri kerajinan di wilayah kecamatan Dlingo, yakni Karangasem Muntuk - Sentra kerajinan bambu. Klepu Temuwuh - Sentra kerajinan meubel. Tanjan Temuwuh - Sentra kerajinan kusen dan daun pintu/jendela. 6. Wisata Budaya a. Upacara Rasulan / Gumbregan Upacara rasulan masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat Dusun Dodogan, Jatimulyo, Kecamatan Dlingo. Kegiatan ini merupakan nilai - nilai tradisi yang sangat diperhatikan oleh masyarakat setempat karena makna yang terkandung didalamnya sangat memberikan arti yang begitu mendalam bagi kehidupan masyarakat dusun Dodogan. b. Wisata Alam Gua Gajah Gua gajah terletak di Dusun Sukorame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo. Gua Gajah merupakan gua karst yang terletak pada kawasan karst gunung sewu. Gua ini merupakan gua horisontal dengan panjang kurang lebih 50 meter. Nama Gua Gajah berasal dari ciri khas gumpalan batu yang berbentuk menyerupai gajah. Analisis 1. Analisis Intensitas Curah Hujan di Kecamatan Dlingo BPS Kab Bantul Intensitas Curah Hujan Tahun 2019 Curah Hujan per Bulan mm Menurut data tersebut curah hujan yang tinggi pada wilayah Kecamatan Dlingo terdapat pada bulan Januari sehingga pada bulan ini hingga seterusnya maka akan dapat menyebabkan Bencana Alam Tanah Longsor karena kondisi tanah yang lembab dan intensitas hujan tinggi serta terdapat lereng yang curam dapat mengakibatkan potensi bencana alam ini lebih rentan terjadi di daerah lereng karena salah satu ciri pegunungan struktural denudasional memiliki lereng yang curam. 2. Analisis Tindakan Masyarakat dalam wilayah Pegunungan Struktural Denudasional Masyarakat Kecamatan Dlingo beradaptasi dengan cara seperti Mengurangi Keterjalan lereng tersebut, Mengurangi membangun rumah atau fasilitas umum di daerah rawan longsor lereng terjal, maupun daerah pinggiran sungai, membuat bangunan penahan, dan tidak menebang pohon di daerah lereng yang terjal. 3. Analisis Jenis Tanah yang Menyebabkan Tanah Longsor Berdasarkan Peta Hasil Studi Kerawanan Bencana Gelombang Tanah Longsor Pusat Studi UGM 2007 dalam profil kesiap-siagaan Penanggulangan Bencana Menjelaskan bahwa kecamatan Dlingo merupakan wilayah yang sangat rawan longsor. Daerah Perbukitan ini tersusun atas perselingan antara tanah Mediteran dan Latosol. Tanah Mediteran berasal dari batugamping karang, batugamping berlapis, dan batupasir. Tanah latosol berasal dari batuan induk breksi/konglomerat. Jenis tanah latosol merupakan jenis tanah yang berkembang, berwarna coklat merah hingga kuning. Penyebarannya di daerah iklim basah dan berasal dari batuan induk tuf. Menurut Rosmarkam 1998 tanah latosol meliputi tanah-tanah yang telah mengalami pelapukan intensif dan perkembangan tanah lanjut sehingga terjadi pelindihan unsur basa, bahan organik dan silika dengan meninggalkan SiO, sebagai sisa berwarna merah. Sedangkan untuk tanah mediteran merupakan jenis tanah yang memiliki perkembangan profit, solum sedang hingga dangkal, memiliki warna coklat hingga merah dengan daya absorbsi sedang. Jenis tanah ini peka terhadap erosi. Kuriakose, dkk 2009 menyatakan bahwa kedalaman tanah atau ketebalan material tanah ditunjukkan dari permukaan tanah hingga mencapai material yang padubatuan. Foth1991 dalam Ikhwanudin 2008 menyatakan bahwa topografi mempengaruhi perkembangan profil tanah, meliputi 1. Mempengaruhi banyaknya presipitasi yang terserap dan tersimpan dalam tubuh tanah sehingga mempengaruhi kejenuhan tanah terhadap air 2. Mempengaruhi laju pengikisan tanah oleh erosi dan 3. Mengarahkan gerakan bahan dalam suspense atau larutan dari satu tempat ke tempat lain Hal tersebut lah yang membuat daerah lereng Kec. Dlingo rawan terhadap Bencana Tanah Longsor. BAB 5 Kesimpulan Dari hal yang telah dianalisis dapat disimpulkan bahwa penyebab terjadinya tanah longsor antara lain adalah intensitas curah hujan yang tinggi, jenis tanah pada wilayah tersebut, morfologi, dan terkadang ulah manusia sendiri karena menebang pohon di daerah lereng yang sebenarnya digunakan sebagai penampung air hujan. Untuk masyarakat sendiri sudah mengerti tentang bahaya tanah longsor di daerah pegunungan dan menindak lanjuti hal tersebut dengan tidak membangun rumah atau fasilitas umum di daerah lereng ataupun pinggiran sungai, membangung bangunan anchor, dan tidak menebang pohon di daerah Lereng pegunungan. Daftar Pustaka BNPB. September 2012. “Pedoman Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat”. Jakarta BNPB Purnomo, N. H.; 2015. Bentanglahan Geografi Yogyakarta & Sekitarnya. Penerbit Ombak ; Yogyakarta Ifanni, M. dan Indrapertiwi, C. ; 2017. Analisis Sebaran Kelompok Rentan di Kawasan Rawan Bencana Longsor untuk penanggulangan Bencana di Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul ; Daerah Istimewa Yogyakarta Badan Pusat Statistik Kabupaten Bantul. Nalunggala, A. ; 2016. ANALISIS POTENSI TANAH LONGSOR DI KECAMATAN DLINGO KABUPATEN BANTUL MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS SIG ; Surakarta › eColls › eThesisdoc ResearchGate has not been able to resolve any citations for this has not been able to resolve any references for this publication. Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana tanah longsor yang tinggi disebabkan faktor iklim dan cuaca yang mendominasi lebih dari 90%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara bibliometrik terhadap topik tanah longsor di Indonesia berdasarkan bidang ilmu sains dan teknik. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu 1 pengumpulan data penelitian; 2 memvisualisasikan bibliografi yang diperoleh pada tahap pertama; dan 3 analisis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis blibiometrik dapat digunakan untuk menganalisis karya ilmiah bidang penelitian tanah longsor berdasarkan klasifikasi yang disesuaikan dengan kata kunci yang digunakan. Meningkatnya jumlah kejadian tanah longsor beberapa tahun belakangan erat kaitannya dengan perkembangan informasi dan perkembangan jumlah penelitian tanah longsor dalam bidang sains dan teknik. Dengan pemaparan kata kunci dan co-citation terkait artikel dapat ditemukan kebaruan dari topik yang akan diteliti selanjutnya sebagai pengembangan penelitian terkait tanah longsor. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free G-Tech Jurnal Teknologi Terapan Volume 7, No. 1 Jauari 2023, hal. 247-254 E-ISSN 2623-064x P-ISSN 2580-8737 This is an open access article under the CC BY license Tren Penelitian Tanah Longsor di Indonesia Rentang Tahun 2011-2021 Berdasarkan Analisis Bibliometrik Meli Muchlian1🖂, Leli Honesti2 1,2 Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Padang, Indonesia Riwayat Artikel Diserahkan 13-12-2022 Direvisi 25-12-2022 Diterima 30-12-2022 Indonesia merupakan negara dengan risiko bencana tanah longsor yang tinggi disebabkan faktor iklim dan cuaca yang mendominasi lebih dari 90%. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis secara bibliometrik terhadap topik tanah longsor di Indonesia berdasarkan bidang ilmu sains dan teknik. Penelitian ini terdiri atas tiga tahapan yaitu 1 pengumpulan data penelitian; 2 memvisualisasikan bibliografi yang diperoleh pada tahap pertama; dan 3 analisis hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis blibiometrik dapat digunakan untuk menganalisis karya ilmiah bidang penelitian tanah longsor berdasarkan klasifikasi yang disesuaikan dengan kata kunci yang digunakan. Meningkatnya jumlah kejadian tanah longsor beberapa tahun belakangan erat kaitannya dengan perkembangan informasi dan perkembangan jumlah penelitian tanah longsor dalam bidang sains dan teknik. Dengan pemaparan kata kunci dan co-citation terkait artikel dapat ditemukan kebaruan dari topik yang akan diteliti selanjutnya sebagai pengembangan penelitian terkait tanah longsor. Tanah Longsor, Tren, Bibliometrik, Co-Citation Indonesia has a high risk of landslides because climate and weather factors dominate more than 90%. This study aims to analyze the landslide topic in Indonesia using bibliometrically based on science and engineering fields. This research consists of three stages, namely 1 research data collection; 2 visualizing the bibliography obtained in the first stage; and 3 analysis of research results. The study results show that bibliometric analysis can be used to analyze scientific works in landslide field research based on the classification adjusted to the keywords. The increasing number of landslide events in recent years is closely related to the development of information and the number of landslide research in science and engineering. With the exposure of keywords and co-citations related to the article, new topics are to be studied further as the development of research related to landslides. Landslide, Trend, Bibliometric, Co-Citation Corresponding Author Meli Muchlian Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Institut Teknologi Padang, Indonesia Jl. Gajah Mada, Kec. Nanggalo, Kota Padang, Sumatera Barat 25173 Email melimuchlian PENDAHULUAN Tanah longsor merupakan bencana yang disebabkan oleh interaksi kompleks dari beberapa faktor, termasuk proses dinamis, variabel kondisi tanah dan gangguan antropogenik Zhou dkk., 2013. Tanah longsor merupakan bencana yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia yang jumlahnya termasuk banyak secara global Petley, 2012. Bencana tanah longsor telah mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas manusia, kerusakan infrastruktur dan Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … pemutusan moda transportasi yang mempengaruhi kegiatan ekonomi Bruggers dkk., 2011; Dijkstra dkk., 2014. Terdapat dua metoda yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebab dan akibat dari bencana tanah longsor yaitu metode struktural dan metode non struktural. Metode struktural di antaranya perhitungan stabilitas lereng, pengaturan drainase, perbaikan vegetasi dan pembuatan dinding penahan lereng Chakraborty & Goswami, 2018. Metode nonstruktural di antaranya peringatan dini, perencanaan penggunaan lahan, rute pelarian dan manajemen keadaan darurat Abeykoon dkk., 2018; Motsi dkk., 2019. Dalam beberapa kondisi terkadang kedua metode tersebut digunakan secara bersamaan. Tinjauan kepustakaan yang terstruktur akan memudahkan penulis dalam mengeksplorasi sebaran topik penelitian, memilih masalah yang akan diangkat, mengevaluasi kontribusi dan mensintesis data yang diperoleh untuk digunakan pada bidang ilmu tertentu Keathley-Herring dkk., 2016. Analisis bibliometrik dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil jurnal ilmiah atau memahami struktur intelektual dari berbagai bidang ilmu Gaviria-Marin dkk., 2018. Hasil penelitian dengan topik tanah longsor telah dipublikasikan di sejumlah besar tulisan di dunia. Penelitian bibliometrik bertujuan untuk meringkas tren penelitian tentang tanah longsor secara global dan sebagai petunjuk untuk penelitian selanjutnya. Analisis bibliometrik telah diterapkan pada artikel-artikel terkait tanah longsor dari database Science Citation Index-Expanded SCIE dan Social Sciences Citation Index SSCI selama periode 1991-2014 Wu dkk., 2015. Analisis bibliometrik tentang jenis-jenis tanah longsor dari data United States Geological Survey USGS melalui database SCOPUS juga telah dilakukan menggunakan perangkat lunak VOSviewer versi Carrión-Mero dkk., 2021. Berbagai penelitian terkait tanah longsor yang ditinjau di Indonesia telah banyak dipublikasikan baik secara nasional maupun internasional. Secara nasional data kejadian bencana tanah longsor dapat diakses melalui situs BNPB, 2021. Jumlah kejadian tanah longsor di Indonesia selama rentang 10 tahun terakhir memiliki tren yang meningkat Muchlian dkk., 2022. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis bibliometrik terhadap tanah longsor di Indonesia berdasarkan bidang ilmu sains dan teknik. Dengan analisis tersebut dapat dipetakan bentuk sebaran tinjauan ilmiah tanah longsor yang memungkinkan peneliti selanjutnya untuk melihat pendekatan baru pada ruang lingkup penelitian terkait tanah longsor di Indonesia. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kuantitatif. Analisis bibliometrik digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk menyaring dan mengelompokkan penelitian tanah longsor. Secara umum penelitian ini terdiri atas tiga tahapan. Tahap pertama yaitu pengumpulan data penelitian. Tahapan penelitian ini menggunakan perangkat lunak Publish or Perish 7 dengan sumber karya ilmiah dari basis data google scholar. Jenis publikasi yang digunakan adalah jurnal, prosiding dan tesis. Kata kunci yang digunakan adalah “tanah longsor” dan “lereng” dengan rentang tahun yang dibatasi dari 2011 sampai 2021. Artikel yang telah dikumpulkan selanjutnya disortir berdasarkan bidang rumpun ilmu sains dan teknik, selanjutnya diunduh dalam format RIS Reasearch Information Systems dan format .csv yang dikonversi dalam format microsoft excel untuk mengelompokkan berdasarkan tahun penerbitan. Tahap kedua adalah memvisualkan bibliografi yang diperoleh pada tahap pertama. Perangkat lunak yang digunakan adalah VOSviewer Dokumen jurnal, prosiding dan tesis yang telah disimpan dalam format RIS digunakan secara bersamaan untuk menghasilkan visualisasi jaringan penelitian berdasarkan kata kunci dan visualisasi jaringan penelitian berdasarkan co-citation. Dalam prosesnya penelitian tunggal yang tidak memiliki jaringan penelitian diabaikan dan hasil visualisasi jaringan yang telah dihasilkan disimpan dalam format .jpg. Tahap ketiga adalah analisis hasil penelitian. Data visualisasi hasil penelitian tahap 2 dianalisis untuk membaca bagaimana sebaran kluster penelitian tanah longsor terkait kata kunci Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … dan co-citation yang telah dihasilkan. Analisis yang dihasilkan dapat digunakan untuk mementukan kebaruan dalam topik penelitian tanah longsor selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Sepanjang tahun 2011 sampai 2021 topik penelitian tanah longsor dengan kata kunci tanah longsor dan lereng dalam bidang sains dan teknik menghasilkan 357 dokumen yang terdiri dari jurnal, prosiding dan tesis. Selama periode tersebut berbagai topik tentang tanah longsor dan lereng ditinjau dari berbagai sisi dalam bidang sains dan teknik. Setiap tahunnya jumlah artikel yang dihasilkan mengalami peningkatan, ini sebanding dengan jumlah kejadian bencana tanah longsor di Indonesia yang juga mengalami tren yang naik sehingga dapat dibuat hubungan bahwa kejadian tanah longsor memiliki masalah yang penting untuk dicarikan solusinya. Perkembangan jumlah dokumen setiap tahunnya dipaparkan pada Gambar 1. Gambar 1. Pertumbuhan jumlah karya ilmiah tentang tanah longsor Konstruksi peta bibliometrik tergantung pada apa yang ditetapkan dalam metodologi. Gambar 2 menunjukkan kata kunci yang digunakan penulis di Indonesia. Terdapat ada kesamaan penggunaan kata kunci dan menghasilkan lima 5 kelompok pengelompokan berdasarkan warna yang sama. Kata kunci yang digunakan pada kluster pertama merah yaitu landslide, slope, slope stability, stability, study. Kelompok ke dua hijau menggunakan kata kunci air, analisis, batuan penyusun lereng, jalan dan massa tanah. Kelompok ke tiga biru menggunakan kata kunci air tanah, dimensi, kestabilan lereng, longsoran lereng dan muka air tanah. Kelompok ke empat kuning menggunakan kata kunci analysis, area, Indonesia, probabilitas dan soil. Kelompok ke lima ungu menggunakan kata kunci bencana tanah, kabupaten dan mitigasi bencana. Analisis co-citation dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antar dokumen, mengetahui basis pengetahuan dan struktur perkembangan suatu bidang ilmu. Ketika sebuah dokumen sering dikutip dalam sebuah publikasi lainnya, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang erat, sehingga memudahkan dalam mempertimbangkan artikel tersebut dalam bidang penelitian yang sama, namun dalam situasi tertentu bisa juga sebaliknya. Gambar 3 menunjukkan jaringan penulis bersama menggunakan perangkat lunak VOSviewer Jaringan yang terbentuk mewakili nama penulis, terkait topik dan bidang keahlian. Jaringan peneliti tersaji dalam dua belas 12 kelompok, dengan 37 penulis dengan 2 kutipan bersama. Kelompok 1 warna merah terdiri dari 7 penulis. Studi dalam kelompok ini fokus pada area penelitian tanah longsor terkait risiko tanah longsor, nilai faktor aman lereng dan kestabilan lereng Albar dkk., 2021; Amrullah dkk., 2019; Giffari dkk., 2020; Prasetyo dkk., 2020; Rusni dkk., Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … 2019; Sophian & Muslim, 2018. Penelitian ini bisa digolongkan pada penelitian tentang kestabilan lereng karena masih berfokus pada analisis awal. Kelompok 2 warna hijau terdiri dari 5 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada pengaruh muka air tanah, getaran dan Geological Strength Index GSI terhadap stabilitas lereng Aulia dkk., 2019; Sophian & Muslim, 2018; Vickyla dkk., 2019. Penelitian pada kelompok ini mulai mengunakan kata pengaruh faktor terhadap stabilitas lereng. Namun faktor yang dimaksud masih dari internal tanah lereng tersebut. Kelompok 3 warna biru terdiri dari 4 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada pengaruh intensitas curah hujan dan beban gempa terhadap stabilitas lereng, mengkaji jenis tanah vulkanik dan batuan potensi tanah longsor yang terjadi Darajaat dkk., 2020; Iqbal dkk., 2020; Permana dkk., 2020; Widisaputra dkk., 2020. Penelitian pada kelompok ini mulai mengunakan faktor luar dan uji dan analisis pada tanah lereng. Kelompok 4 warna kuning terdiri dari 4 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada nilai koefisien gempa horizontal terhadap keamanan lereng dan pemetaan zona kerentanan tanah longsor Hassanusi dkk., 2021; Shobari dkk., 2019. Penelitian pada kelompok ini mulai mengunakan faktor yang lebih spesifik terhadap keamanan lereng. Gambar 2. Visualisasi jaringan kata kunci dengan menetapkan warna untuk setiap kluster Gambar 3. Visualisasi jaringan co-citation pada setiap kluster Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … Pengelompokan berikutnya kelompok 5 warna ungu yang terdiri dari 4 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada pengaruh muka indeks geomorfik, air tanah dan beban gempa yang dikaitkan dengan faktor keamanan lereng Muslim dkk., 2021; Nugraha dkk., 2020; Ramadhian dkk., 2019. Penelitian pada kelompok ini masih memiliki kemiripan dengan kelompok 3 sebelumnya. Kelompok 6 warna biru muda terdiri dari 3 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada perancangan lereng yang stabil Purwaningsih dkk., 2020; Sidiq dkk., 2017. Penelitian pada kelompok ini merupakan kelanjutan dari penelitian pada kelompok 1 sampai 5. Kelompok 7 warna jingga terdiri dari 3 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada kajian geologi tanah longsoran pegunungan. Kelompok 8 warna jingga terdiri dari 2 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada kajian evaluasi kestabilan lereng Aprilia dkk., 2019. Kelompok 9 warna merah muda terdiri dari 2 penulis. Studi dalam kelompok ini berfokus pada kajian perencanaan lereng bangunan air Aulia dkk., 2019. Kelompok 10, 11 dan 12 masing-masing terdiri dari 1 penulis yang tinjauan masih terkait stabilitas lereng Pradana, 2013; Putranto dkk., 2019; Yusripar dkk., 2021. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Analisis blibiometrik dapat digunakan untuk menganalisis karya ilmiah bidang penelitian tanah longsor berdasarkan klasifikasi yang disesuaikan dengan kata kunci yang digunakan. Hal ini membantu dalam eksplorasi dan analisis struktur penelitian yang dipublikasikan di Indonesia. Meningkatnya jumlah kejadian tanah longsor beberapa tahun belakangan erat kaitannya dengan perkembangan informasi dan perkembangan jumlah penelitian tanah longsor dalam bidang sains dan teknik. Dengan pemaparan kata kunci dan co-citation terkait artikel dapat ditemukan kebaruan dari topik yang akan diteliti selanjutnya sebagai pengembangan penelitian terkait tanah longsor. Saran Analisis blibiometrik dapat digunakan untuk menganalisis perkembangan topik penelitian. Pengembangan untuk penelitian berikutnya adalah menggunakan kata kunci yang lebih spesifik untuk skala internasional pada penelitian terkait tanah longsor. Dengan demikian, bisa digunakan untuk menentukan kebaruan novelty penelitian berikutnya. REFERENSI Abeykoon, T., Gallage, C., Dareeju, B., & Trofimovs, J. 2018. Real-Time Monitoring and Wireless Data Transmission to Predict Rain-Induced Landslides In Critical Slopes. Australian Geomechanics Society, 53 3, 26. Albar, M., Zakaria, Z., & Sophian, R. 2021. Rasio Perubahan Nilai Faktor Keamanan Terhadap Perolehan Stripping Ratio pada Tambang Batubara. Geoscience Journal. Amrullah, M., Zakaria, Z., & Sophian, R. 2019. Optimisasi Kestabilan Lereng Tunggal Lapisan Overburden Rencana Tambang Mahayung Dengan Pendekatan Probabilistik. Aprilia, J., Muslim, D., Zakaria, Z., & Tedy, O. 2019. Evaluasi Kestabilan Lereng Tambang Batubara PIT “XY” menggunakan Metode Kesetimbangan Batas PT. BUKIT ASAM Tbk. Geoscience Journal. Aulia, S., Zakaria, Z., & Shopian, R. 2019. Pengaruh Getaran Terhadap Kestabilan Lereng Untuk Rencana Pembangunan Embung di Daerah Desa Cileles, Jatinangor. Geoscience Journal. BNPB. 2021. Data Informasi Bencana Indonesia. Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … Bruggers, D., Skinner, R., & Rudolph, R. W. 2011. Landslide Mitigation at Eden Canyon Road in Alameda County, California. C, 3706–3715. Carrión-Mero, P., Montalván-Burbano, N., Morante-Carballo, F., Quesada-Román, A., & Apolo-Masache, B. 2021. Worldwide Research Trends in Landslide Science. International Journal of Environmental Research and Public Health, 1818, Art. 18. Chakraborty, A., & Goswami, D. 2018. Three-dimensional 3D slope stability analysis using stability charts. International Journal of Geotechnical Engineering, 15. Darajaat, M., Iqbal, P., Zakaria, Z., & Muslim, D. 2020. Pengaruh Intensitas dan Durasi Hujan Terhadap Kestabilan Lereng Tanah Residual Vulkanik di Jalur Liwa-Kemuning, Lampung. Geoscience Journal. Dijkstra, T., Dixon, N., Crosby, C., Frost, M., Gunn, D., Fleming, P., & Wilks, J. 2014. Forecasting infrastructure resilience to climate change. Proceedings of the Institution of Civil Engineers - Transport, 1675, 269–280. Gaviria-Marin, M., Merigo, J. M., & Popa, S. 2018. Twenty years of the Journal of Knowledge Management A bibliometric analysis. Journal of Knowledge Management, 228, 1655–1687. Giffari, F., Zakaria, Z., & Sophian, R. 2020. Kajian Kestabilan Lereng Highwall dengan Metode Kesetimbangan Batas dan Probabilistik pada PIT Muara Tiga Besar Utara PT. Bukit Asam Tbk. Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Geoscience Journal. Hassanusi, A., Muslim, D., & Khoirullah, N. 2021. Zona Kerentanan Gerakan Tanah Berdasarkan Metode Indeks Storie Pada Daerah Gajahmungkur dan Sekitarnya, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Geoscience Journal. Iqbal, P., Muslim, D., Zakaria, Z., & Permana, H. 2020. Geotechnical characteristics of volcanic red clay soil related to geoengineering problem in sekincau, sumatra, Indonesia. International Journal of …. Keathley-Herring, H., Van Aken, E., Gonzalez-Aleu, F., Deschamps, F., Letens, G., & Orlandini, P. C. 2016. Assessing the maturity of a research area Bibliometric review and proposed framework. Scientometrics, 1092, 927–951. Motsi, P. K., Mapekula, L., Kalumba, D., & Chibvura, C. 2019. Slope Stability Monitoring and Early-Warning System for Kariba Dam South Bank Slope. Geo-Congress 2019, 86–95. Muchlian, M., Honesti, L., & Roza, A. 2022. Analisis Trend Risiko Bencana Tanah Longsor di Indonesia. Seminar Nasional Riset & Inovasi Teknologi, 11, Art. 1. Muslim, G., Muslim, D., & Zakaria, Z. 2021. Asosiasi Indeks Geomorfik dengan Karakteristik Gerakan Tanah pada Daerah Liwa dan Sekitarnya, Kabupaten Lampung Barat, Indonesia. Geoscience Journal. Nugraha, A., Zakaria, Z., & Muslim, D. 2020. Pengaruh Muka Airtanah dan Beban Getaran terhadap Faktor Keamanan Lereng Studi Kasus Lereng di Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Geoscience Journal. Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … Permana, R., Buana, A., & Akmam, A. 2020. Using the Schlumberger configuration resistivity geoelectric method to estimate the rock structure at landslide zone in Malalak agam. Petley, D. 2012. Global patterns of loss of life from landslides. Geology, 4010, 927–930. Pradana, B. 2013. Analisis Kestabilan Lereng pada Perencanaan Pembangunan Tanggul Kali Semarang, Jawa Tengah. Prasetyo, M., Zakaria, Z., & Sophian, R. 2020. Hubungan Tinggi dan Sudut Lereng Terhadap Potensi Longsor Yang Diindikasikan Oleh Faktor Keamanan pada Lereng Tunggal. Geoscience Journal. Purwaningsih, R., Sophian, R., & Mulyo, A. 2020. Desain Lereng Stabil Dengan Menggunakan Metode Probabilistik Pada Low Wall Pit Y, PT. Pamapersada Nusantara Site Kideco, Kalimantan Timur. Query date 2022-12-10 084433. Putranto, D., Zakaria, Z., & Muslim, D. 2019. Penilaian Resiko Longsor untuk Stabilitas Lereng berdasarkan Metode Probabilitas Monte Carlo Studi Kasus Lingkar 3, Tambang Air Laya, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Sumatra Selatan. Geoscience Journal. Ramadhian, R., Zakaria, Z., Muslim, D., & ... 2019. Pengaruh Muka Air Tanah terhadap Sudut Lereng Stabil pada PIT “X” PT. Borneo Indobara, Kalimantan Selatan. Rusni, S., Sophian, R., & Zakaria, Z. 2019. Probabilitas Longsor Pada Lereng Tambang Batubara Terbuka Sisi Sidewall Selatan Pit X, Kalimantan Selatan. Geoscience Journal, Query date 2022-12-10 084433. Shobari, A., Jabbari, M. I., & Khoirullah, N. 2019. Hubungan Nilai Koefisien Gempa Horizontal Kh Dengan Nilai Safety Factor Fs Daerah Cilengkrang, Jawa Barat. Sidiq, M., Zakaria, Z., & Mulyo, A. 2017. Rancangan Terasering untuk Stabilisasi Lereng pada Tambang Nikel Laterit. Geoscience Journal. Sophian, R., & Muslim, D. 2018. Pengaruh Geological STrength Index GSI Terhadap Nilai Faktor Keamanan Melalui Simulasi Kestabilan Lereng Tambang, Kecamatan Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Geoscience Journal. Vickyla, M., Sophian, I., & Muslim, D. 2019. Pengaruh Muka Air Tanah terhadap Kestabilan Lereng Tambang X. Geoscience Journal. Widisaputra, R., Zakaria, Z., Sophian, R., & Iqbal, P. 2020. Pengaruh Beban Gempa terhadap Kestabilan Lereng Tanah Daerah Liwa dan Sekitarnya, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. Query date 2022-12-10 084433. Wu, X., Chen, X., Zhan, F. B., & Hong, S. 2015. Global research trends in landslides during 1991–2014 A bibliometric analysis. Landslides, 126, 1215–1226. Yusripar, M., Muslim, D., & Zakaria, Z. 2021. Pengaruh Tinggi Muka Air Tanah dan Getaran Kendaraan terhadap Kestabilan Lereng Studi Kasus Lereng Spillway Proyek Bendungan Meli Muchlian DOI Tren Penelitian Tanah Longsor … Ciawi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Geoscience Journal. Zhou, J., Cui, P., & Yang, X. 2013. Dynamic process analysis for the initiation and movement of the Donghekou landslide-debris flow triggered by the Wenchuan earthquake. Journal of Asian Earth Sciences, 76, 70–84. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this are generated by natural causes and by human action, causing various geomorphological changes as well as physical and socioeconomic loss of the environment and human life. The study, characterization and implementation of techniques are essential to reduce land vulnerability, different socioeconomic sector susceptibility and actions to guarantee better slope stability with a significant positive impact on society. The aim of this work is the bibliometric analysis of the different types of landslides that the United States Geological Survey USGS emphasizes, through the SCOPUS database and the VOSviewer software, for the analysis of their structure, scientific production, and the close relationship with several scientific fields and its trends. The methodology focuses on i search criteria; ii data extraction and cleaning; iii generation of graphs and bibliometric mapping; and iv analysis of results and possible trends. The study and analysis of landslides are in a period of exponential growth, focusing mainly on techniques and solutions for the stabilization, prevention, and categorization of the most susceptible hillslope sectors. Therefore, this research field has the full collaboration of various authors and places a significant focus on the conceptual evolution of the landslide study of physical, mechanical, and mineralogy characterization of volcanic red clay soil in the Sekincau Sub-District, West Lampung, Indonesia to obtain the genetic and soil engineering characterization related to the geoengineering problem. The method of this study is the Geotechnical laboratory method, XRD, and SEM method. The results of the analysis show that the volcanic red clay soil in the study area is residual soil produced from the weathering of volcanic rocks composed of felsic minerals in tropical environments. This soil is clayey silt MH, loose, easily eroded, has the specific gravity water content water saturation porosity the liquid limit value of a plasticity index value of permeability has cohesion less than 1 Mpa, and an internal friction less than < 30 o. Quartz, halloysite, kaolinite, and montmorillonite are the clay minerals that can be found in this soil. It can be concluded that volcanic red clay soil in the study area is easy to landslide during the rainy deformation processes observed on slow moving landslides are attributed to non-uniform shear surfaces, hydrogeology, rock mass heterogeneity, and uncertainties associated in the determination of the predominant slope failure mechanisms. Effective early warning systems must have a good monitoring system and be designed on sound scientific and mathematical principles. Social, environmental, and economic implications of impending disaster should motivate and determine the accuracy of these systems. Analysis was made of points to consider in designing a monitoring and early warning system for the active landslide on Kariba Dam south bank slope. These considerations included geological conditions, landslide kinematics, and risk scenarios. Displacement and deformation threshold definitions that allow enough time for evacuation of wild life and people that live downstream Kariba Dam are paramount. Potential landslide triggers, that are useful in threshold definition, were identified. The existing monitoring system was modified to take into account strain rates in critical sections of the slope. It will take both a well-designed system and easy to implement evacuation procedure to protect the populace that is susceptible to the imminent In 2017, the Journal of Knowledge Management JKM celebrates its 20th anniversary. This study aims to show an updated analysis of their publications to provide a general overview of the journal, focusing on a bibliometric analysis of its publications between 1997 and 2016. Design/methodology/approach The methodology involves two procedures a performance analysis and a science mapping analysis of JKM. The performance analysis uses a series of bibliometric indicators such as h-index, productivity and citations. This analysis considers different dimensions, including papers, authors, universities and countries. VOSviewer software is used to carry out the mapping of science of JKM, which, based on the concurrence of key words and co-citation points of view, seeks to graphically analyze the structure of the references of this journal. Findings There is a positive evolution in the number of publications although with certain oscillations, which shows a growing interest in publishing in JKM. The USA and the UK lead the publications in this journal, although at a regional level, Europe is the most productive. The low participation of emerging economies in JKM is also observed. Practical implications The paper will identify the leading trends in the journal in terms of papers, authors, institutions, countries, journals and keywords. This study is useful for obtaining a quick snapshot of what is happening in the journal. Originality/value From the historical record of JKM publications, this study presents an exclusive bibliometric analysis of its publications until 2016 and identifies its main of slopes is a very serious issue in the field of geotechnical engineering. The analysis and design of failing slopes requires a thorough knowledge of the failure mechanism in order to choose the right slope stability analysis method. The two-dimensional 2D slope stability methods are very common to the engineers because of the simplicity in their assumptions. As a result the analysis results vary greatly between the different analysis methods. The importance of three-dimensional 3D slope stability analysis greatly increased where the geometry of the problem becomes complex which makes it very difficult to solve using 2D analysis. A lot many 2D slope stability methods were extended to 3D methods since 1970s based on limit equilibrium LE and finite element approaches. In this paper, slopes were analysed using 3D limit equilibrium method LEM using SLIDE3 software having different geometry and soil parameters and finally stability charts were prepared to calculate the FOS of the slopes. It is found that the slope stability factor can be read from the stability charts without the need for recent years, many disciplines have begun to adopt more systematic and standardized approaches to evaluate the impact and development of a research area with a stronger emphasis on quantitative techniques. In particular, identifying and analyzing the published literature have become important exercises for many disciplines and methods such as systematic literature review and bibliometric analysis have become more regularly used to obtain a deeper understanding of a research area. One concept that is of particular interest is the maturity, or level of development, of a research area. While this concept has been mentioned in many works, it has not yet been formalized, resulting in a lack of consensus concerning the definition of research area maturity and analysis techniques to assess maturity. Therefore, most assessments of research area maturity consider only a subset of the possible criteria with significant differences in the metrics and analyses used among different disciplines. Due to the inconsistencies in the definition and assessment of this concept, a comprehensive synthesis of this literature area is needed. This paper presents the results of a study to identify and analyze the literature, define the maturity of a research area, and synthesize the criteria for assessing maturity. The results are used to develop a generalized maturity assessment framework that establishes a comprehensive set of criteria, which can be adapted for use across a variety of research WuXueye ChenF. Benjamin ZhanSong HongA bibliometric analysis was conducted to evaluate landslide research from different perspectives during the period 1991–2014 based on the Science Citation Index-Expanded and Social Sciences Citation Index databases. Based on a sample of 10,567 articles that were related to landslides, the bibliometric analysis revealed the scientific outputs, science categories, source titles, global geographical distribution of the authors, productive authors, international collaborations, institutions, and temporal evolution of keyword frequencies. Landslide-related research has undergone notable growth during the past two decades. Multidisciplinary Geosciences, Geological Engineering, and Water Resources were the three major science categories, and Geomorphology was the most active journal during the surveyed period. The major author clusters and research regions are located in North America, Western Europe, and East Asia. The USA was a leading contributor to global landslide research, with the most independent and collaborative articles, and its dominance was also confirmed in the national/regional collaboration network. The Chinese Academy of Sciences, US Geological Survey, and Italian National Research Council were the three major contributing institutions. Guzzetti F from the Italian National Research Council was the most productive author, with the most high-quality articles. A keyword analysis found that landslide susceptibility assessment, rainfall- and earthquake-induced landslide stability, and effective research technologies and methods were consistent topics that attracted the most attention during the study period. Several keywords, such as “landslide susceptibility”, “earthquake”, “GIS”, “remote sensing”, and “logistic regression”, received dramatically increased attention during the study period, possibly signalling future research Donghekou landslide-debris flow was a remarkable geological disaster triggered by the Wenchuan earthquake in 2008. The dynamic process of a rapid landslide-debris flow is very complicated and can be divided into two aspects the slope dynamic response of the earthquake and the mass movement and accumulation process. A numerical method combined with a finite difference method FDM and discrete element method DEM for simulation of landslide-debris flow under seismic loading is presented. The FDM and DEM are coupled through the critical sliding surface, initiation time and velocity. The dynamic response of the slope is simulated by the finite difference method, and critical sliding surface is determined using the earthquake response spectrum method. The landslide initiation time and the velocity are determined by time-history analysis. The mass movement and accumulation process is simulated using the discrete element method. Simulation results demonstrate that the maximum amplification coefficient of dynamic acceleration for the Donghekou slope is approximately the initiation time of landslide is approximately s, and the average initial velocity of the sliding mass is approximately m/s. The failure of the slope is the result of elevation-orientated amplification effect and the sliding mass triggered with a small initial velocity. The numerical simulated result of the maximum sliding velocity is approximately m/s, and the mass is disintegrated rapidly because of collision and free fall. The landslide velocity decreases when the flowing mass reaches a lower slope angle and gradually comes to a stop, and the total travel distance is approximately 2400 N. PetleyGlobal loss of life from landslides is poorly quantified. A global data set of fatalities from nonseismically triggered landslides that resulted in loss of life between 2004 and 2010 permits for the first time proper quantification of impacts and spatial distributions. In total, 2620 fatal landslides were recorded worldwide during the 7 yr period of the study, causing a total of 32,322 recorded fatalities. These total numbers of landslides and victims are an order of magnitude greater than other data sets have indicated, but analysis of the data suggests that it may still slightly underestimate the true human costs. The majority of human losses occur in Asia, especially along the Himalayan Arc and in China. This geographical concentration dominates the annual landslide cycle, which peaks in the Northern Hemisphere summer months. Finally, numbers of fatalities per event show a fat-tailed power law distribution, with the density of landslides being moderately correlated with the population density on a national BruggersR. SkinnerR. William RudolphThe Eden Canyon Road landslide is a deep-seated, 150-m 500-ft long, 50-m 160-ft wide landslide that affected approximately 50 m 160 ft of roadway. The slide, activated by heavy rainfall during winter 2006, was consequently evaluated through field exploration, including drilling and sampling of test borings, downhole logging of 60-cm 24-in diameter borings, and installing an inclinometer. The slide plane was estimated to be at a depth of 12 m 40 ft below the roadway. Upslope, numerous areas of seepage were observed within the landslide area and slow seepage was observed from the sidewalls of the borings. Groundwater was observed in the exploratory borings at depths of about 6 m 20 ft. The active landslide was associated with the reactivation of a portion of an older, dormant landslide. Complete repair of the active landslide was ruled out for several reasons. Mitigation included horizontal drains up to 185 m 600 ft long and a gravity buttress. The gravity buttress was an innovative system of counterfort subsurface walls of overlapping drilled shafts that were filled with cast-in-place concrete. The drilled shafts were approximately 1 m 3 ft in diameter and extended from about m 5 ft below the roadway surface to a depth of at least 3 m 10 ft below the base of the landslide.

report text about tanah longsor